Tentang Tia Rahmania – Psikolog, Akademisi, dan Penggerak Sosial
Selama lebih dari dua dekade, Tia Rahmania berkiprah di dunia akademik, psikologi, dan pengabdian masyarakat. Ia dikenal sebagai sosok perempuan berpengaruh yang konsisten memperjuangkan kualitas pendidikan, kesehatan mental, dan kesejahteraan keluarga di Indonesia.
Siapa Tia Rahmania?
Tia percaya, perempuan berdaya adalah kunci menuju Generasi Emas Indonesia 2045 generasi yang sehat, cerdas, dan berkarakter.
Psikolog & Akademisi
Lulusan Psikologi Universitas Indonesia (S.Psi, M.Psi), kini melanjutkan studi Doktoral di Universitas Persada Indonesia Y.A.I.
Dekan & Dosen Paramadina
Sejak 2009, Tia mengajar di Universitas Paramadina dan dipercaya menjadi Dekan Fakultas Falsafah & Peradaban (2017–2022) dan dosen Psikologi sejak 2009.
Aktivis Sosial
Tia aktif di berbagai organisasi, di antaranya Ketua APSI Wilayah Banten, Ketua Esports Indonesia (ESI) Pandeglang, serta Kaka GenRe Banten.
Peneliti & Penulis
Sebagai peneliti, Tia telah menerbitkan berbagai publikasi ilmiah nasional dan internasional serta menjadi kontributor dalam sejumlah buku kolaboratif.
Riwayat & Perjalanan
2001 - 2004 | Awal Langkah di Dunia Psikologi
Perjalanan Tia dimulai di Universitas Indonesia. Sejak awal, ia tertarik pada bagaimana anak dan remaja membentuk identitas serta karakter. Baginya, memahami psikologi berarti membantu manusia tumbuh dengan lebih sehat dan berdaya.
Selepas menamatkan S1, ia melanjutkan Magister Profesi Psikologi dengan fokus pada Psikologi Perkembangan dan Industri, memperdalam keterampilan konseling dan riset yang menjadi fondasi kariernya.
2009 - 2015 | Mengabdi sebagai Akademisi di Paramadina
Tia bergabung sebagai dosen Psikologi Universitas Paramadina pada 2009. Mengajar baginya bukan sekadar menyampaikan teori, melainkan mengajak mahasiswa berpikir reflektif dan peka terhadap isu sosial. Ia dikenal dekat dengan mahasiswa, membimbing riset, dan membangun program akademik yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.
2012 - sekarang | Mendirikan Paramadina Psychology for People (PPFP)
Kesadaran bahwa ilmu harus memberi manfaat nyata mendorongnya mendirikan PPFP, sebuah inisiatif yang menjembatani psikologi akademik dengan kehidupan sehari-hari. Melalui PPFP, Tia dan tim menyediakan layanan konseling, riset, serta pelatihan bagi sekolah, komunitas, dan perusahaan. Program ini membahas isu mulai dari kesehatan mental remaja, kesejahteraan guru, hingga dinamika organisasi.
2016 - 2017 | Kepala Program Studi Psikologi Universitas Paramadina
Sebagai Kaprodi, Tia fokus memperkuat kurikulum agar selaras dengan tantangan zaman. Ia menyeimbangkan antara teori klasik psikologi dengan pendekatan modern yang lebih humanis dan aplikatif. Tujuannya jelas: mencetak lulusan psikologi yang adaptif, empatik, dan siap mengabdi.
2017 - 2022 | Dekan Fakultas Falsafah dan Peradaban
Menjadi dekan perempuan di Paramadina membuka jalan bagi Tia untuk memimpin dengan gaya inklusif dan kolaboratif. Ia menginisiasi banyak kerja sama lintas lembaga, memperluas ruang publikasi ilmiah, dan menjadikan fakultas sebagai pusat kajian interdisipliner yang hidup dan progresif.
2019 - 2023 | Ketua APSI Wilayah Banten
Sebagai Ketua Asosiasi Psikolog Sekolah Indonesia (APSI) Wilayah Banten, Tia berupaya menjadikan sekolah sebagai lingkungan yang aman secara psikologis. Ia aktif membina guru BK, melatih tenaga pendidik, dan memperjuangkan pentingnya kesehatan mental di dunia pendidikan.
2020 - 2023 | Ketua Esport Indonesia (ESI) Pandeglang
Melihat potensi generasi muda di dunia digital, Tia menerima amanah memimpin ESI Pandeglang. Ia mengarahkan kegiatan esports sebagai wadah pembinaan karakter—mendorong sportivitas, disiplin, dan kepemimpinan generasi Z.
2023 - sekarang | Kaka GenRe Provinsi Banten
Dalam perannya sebagai Kaka Asuh Generasi Berencana, Tia menegaskan komitmennya terhadap ketahanan keluarga dan pencegahan stunting. Ia aktif mengedukasi remaja tentang kesehatan reproduksi serta mendampingi orang tua agar lebih siap membangun keluarga yang sehat dan berdaya.
Mari Terhubung & Berkolaborasi
Tia membuka ruang untuk kolaborasi di bidang pendidikan, penelitian, kesehatan mental, gerakan sosial, dan pemberdayaan masyarakat